Akidah Akhlak semester genap kelas 7,8&9

 

MATERI KELAS 9

IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR

A.      PENGERTIAN KEPADA QADHA DAN QADAR

Secara bahasa pengertian qadha adalah ketetapan, ketentuan, keputusan, kehendak, hukum, pemberitahuan dan penciptaan. Secara istilah qadha adalah ketetapan, ketentuan dan keputusan Allah Swt. dari sejak zaman azali atas segala sesuatu yang berkaitan dengan iradah atau kehendak-Nya, baik itu kebaikan dan keburukan, hidup dan mati. Qadha sebagai rencana Allah Swt. sejak zama azali.

Qadar secara bahasa artinya kepastian, peraturan dan ukuran. Qadar secara istilah adalah aturan atau ukuran yang diciptakan oleh Allah Swt. sebagai  perwujudan ketetapan (qadha) terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan makhluk-Nya yang telah ada sejak zaman Azali dan pastinya sesuai dengan iradah-Nya. Qadar sebagai pelaksanaan rencana (qadha) Allah Swt.

 

B.       DALIL TENTANG QADHA DAN QADAR

Q.S. Ar-Ra’du ayat 11:

Artinya:

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka  merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekalikali tak ada pelindung bagi mereka Selain Dia (QS. ar-Ra’du: 11).

Maksud ayat di atas adalah takdir manusia dapat diusahakan oleh manusia itu sendiri. Manusia yang usaha (ikhtiar)nya bagus biasanya takdirnya bagus. Berarti untuk menjadi bagus (berhasil hidup) perlu adanya usaha yang dilakukan.

 

Q.S. Al-Ahzab ayat 36:

Artinya:

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata (Q.S. Al-Ahzab: 36).

Maksud ayat tersebut adalah jika Allah Swt. dan Rasul-Nya sudah menetapkan sesuatu keputusan maka tidak ada orang yang pantas protes agar keputusan itu dirubah. Bagi yang berani protes sama saja ia durhaka dan tersesat. Berarti manusia harus menerima ketetapan. keputusan Allah Swt. dan Rasul-Nya.


 

MATERI KELAS 8

KETELADANAN RASUL ULUL AZMI DAN KEISTIMEWAANNYA

A.           PENGERTIAN RASUL ULUL AZMI

Kata Ulul Azmi berasal dari bahasa Arab, yaitu : “Ulul” yang artinya orang yang memiliki, dan  Azmi” yang artinya cita-cita yang mantap. Menurut Sirojuddin dalam buku  “Ensiklopedi Islam” menyebutkan bahwa Ulul ‘Azmi (ulu al-‘azmi) artinya “orang-orang yang mempunyai kemauan kuat dan teguh. 

Secara istilah Ulul Azmi berarti  rasul-rasul pilihan atau Nabi yang memiliki keteguhan hati, lapang dada dan sabar dalam menghadapi kaumnya yang menentang dirinya dan tidak mau menerima ajaran yang disampaikannya. 

Adapun rasul-rasul yang termasuk dalam Ulul Azmi adalah:

1. Nabi Nuh As.

2. Nabi Ibrahim As.

3. Nabi Musa As.

4. Nabi Isa As.

5. Nabi Muhammad Saw.

B. SIFAT UTAMA DAN KETEGUHAN RASUL ULUL AZMI

Rasul-rasul yang termasuk dalam kelompok Ulul ‘Azmi ini adalah orang yang memiliki ketabahan / kesabaran yang luar biasa dan mempunyai ketetapan (keteguhan) hati sekalipun dengan susah payah dan sangat berat dalam menegakkan syari’at Allah Swt., sehingga kesabaran mereka dipuji oleh Allah Swt. Sendiri.

Di antara tantangan dakwah para rasul Ulul Azmi antara lain:

a. Nabi Nuh As.

Nabi Nuh As. berdakwah selama kurang lebih 950 tahun, tetapi yang beriman hanya 80 orang, jumlah yang sangat tidak seimbang dengan lamanya berdakwah. Kendatipun setiap diajak dan diseru telinga mereka selalu ditutup dengan jari-jarinya,namun Nabi Nuh As. dengan kesabaran dan ketabahannya tetap terus menyeru kaumnya agar hanya menyembah kepada Allah Swt. sampai akhirnya azab didatangkan oleh Allah berupa banjir besar dan menenggelamkan semua orang yang tidak beriman, termasuk isteri dan anaknya sendiri.

b. Nabi Ibrahim As.

Semenjak kecil Ibrahim As. senang berdebat tentang ke-Tuhan-an, baik kepada orang tuanya maupun kaumnya. Kemudian setelah remaja dengan keberaniannya menghancurkan berhala / patung-patung sesembahan kaumnya, hingga beliau dibakar dalam api yang sangat besar oleh Raja Namrudz yang berkuasa pada saat itu. 

Perintah Allah Swt. yang pertama adalah membawa Siti Hajar dengan anaknya Ismail yang masih bayi ke tempat yang di situ tidak ada pepohonan, tidak ada air, tanahnya sangat tandus dan gersang untuk selanjutnya diperintahkan Tuhan keduanya harus tinggal di tempat tersebut. Perintah Allah Swt. yang kedua adalah menyembelih putra kesayangannya Ismail dan tentu hal ini suatu ujian yang paling berat bagi beliau.

Perintah Allah Swt. yang ketiga sehingga Nabi Ibrahim harus ke Makkah lagi adalah perintah membangun “Baitullah” (Ka’bah) bersama anak beliau Ismail. Semua perintah Allah beliau laksanakan dengan penuh kesabaran dan ketabahan tetapi semuanya berujung kepada pertolongan Allah Swt.

c. Nabi Musa As.

Seorang Nabi yang diberikan kelebihan dapat berdialog langsung dengan Tuhan, karenanya beliau diberi gelar dengan “Kalimullah”. Kesabaran dan ketabahan Nabi Musa As. ini adalah karena pada zaman itu beliau harus berhadapan dengan seorang raja yang sangat kejam, zhalim dan bengis, lebih dari itu dia mengaku sebagai tuhan yang harus disembah, jika tidak mau pastilah mati di tangannya, yaitu “Fir’aun”. Orang semacam inilah yang dihadapi oleh Nabi Musa, namun dengan tongkatnya yang diberikan oleh Allah sebagai mukjizat beliau, maka akhirnya Fir’aun harus tenggelam bersama tentaranya di laut merah. 

Penderitaan pertama yang dialami oleh Nabi Musa adalah sewaktu beliau masih bayi, oleh ibunya Musa terpaksa harus dihanyutkan di sungai, untuk menyelamatkan beliau dari undang-undang Fir’aun yang berisi setiap anak laki-laki yang lahir pada waktu itu harus dibunuh hidup-hidup. Ujian kedua ketika Nabi Musa harus berhadapan dengan para tukang sihir. Perintah Tuhan selanjutnya adalah menyelamatkan Bani Isra’il yang sudah sekian lama menjadi budak Fir’aun, untuk selanjutnya dibawa ke luar kota Mesir, sehingga pada saat itulah Fir’aun bersama tentaranya mengejar sampai ke laut merah dan ternyata hidup Fir’aun harus berakhir di laut merah tersebut.

d. Nabi Isa As.

Nabi dan Rasul Ulul Azmi keempat yang juga tidak kalah banyaknya tantangan dan halangan yang dialami beliau dalam berdakwah adalah Nabi Isa As. Tantangan yang dihadapi Nabi Isa dalam menyampaikan dakwah adalah para Pendeta “Yahudi”. Kaum Yahudi ini selalu menyulut api keangkuhan dan kesombongan bahkan mendustakan ajaran beliau. 

Kendatipun Nabi Isa As. telah diberikan mukjizat oleh Allah untuk membuktikan kebenaran akan kenabian beliau, namun orang-orang Yahudi tetap membuat permusuhan, hingga akhirnya membuat fitnah kepada “Raja Pilathus”, penguasa Romawi pada saat itu. Maka dengan fitnah inilah Isa kemudian dibunuh dan disalib, namun sebenarnya yang dibunuh / disalib itu bukanlah Nabi Isa, melainkan Yahudza al-Askharyuthi (Yudas Iskariot) yang diserupakan oleh Allah dengan Nabi

e. Nabi Muhammad Saw.

Nabi Muhammad  lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal 571 M di Kota Makkah, bertepatan dengan tahun gajah. Ayahnya bernama Abdullah dan ibunya bernama Aminah binti Abdul Mutholib. Ayahnya wafat ketika Muhammad Saw. masih dalam kandungan. Sedangkan ibunya wafat ketika ia masih kecil. Muhammad Saw. Menikah pada usia 25 tahun dengan Siti Khadijah. Mereka dikarunia beberapa anak, diantarnya adalah : Ibrahim dan Fatimah (istri Ali bin Abu Thalib). Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasui Allah pada usia 40 tahun ketika menerima wahyu pertama – QS. ‘ Al – Alaq : 1 -5 – di gua Hira’.

Nabi Muhammad adalah seorang Nabi yang mempunyai kesabaran luar biasa. Misalnya: ia memaafkan penduduk Thaif yang melemparinya dengan batu, kotoran manusia, dan unta. Ia juga memaafkan Suraqah bin Malik yang berniat membunuhnya. Karena sifat-sifatnya tersebut banyak orang yang semula memusuhinya menjadi simpati dan  akhirnya beriman.

 


 

MATERI KELAS 7

ASMA’UL HUSNA

A. Pengertian Asmaul Husna

Kata asmaul husna berasal dari bahasa Arab al asma yang berarti nama-nama, beberapa nama dan al husna yang berarti yang baik, yang indah. Menurut istilah, asmaul husna berarti nama-nama yang indah bagi Allah Swt. Asmaul Husna hanya pantas dimiliki  Allah Swt, sesuai kebesaran dan keagungan-Nya. Allah berfirman juga dalam Q.S Thaha: 8,

“Allah, tiada Tuhan selain Dia, bagi-Nya nama-nama Terbaik.”

Dalam haditsnya Rasulullah bersabda:


" Sungguh Allah mempunya 99 nama, 100 kurang satu, barang siapa menghafalnya, maka ia akan masuk surga”.  (H.R Bukhari dan Muslim).

Jadi, Asmaul Husna adalah  nama-nama terbaik dan agung yang dimiliki oleh Allah SWT.  Kita harus meyakini bahwa Allah mempunyai nama-nama Terbaik ini.Allah sendiri menyatakan dalam AlQur’an bahwasannya Dia memang mempunyai nama-nama Terbaik yaitu Asmaul Husna.

Allah juga memerintah hambaNya untuk berdoa menggunakan media nama-namaNyaal asmaul husna, Allah berfirmandalam surat al-A’raaf: 180:


“Dan milik Allahlah nama-nama Terbaik, maka berdoalah kalian dengan nama-namaNya, dan tinggalkanlah orang-orang yang mengingkari namanamaNya, mereka akan di beri balasan terhadap apa yang mereka kerjakan (alA’raaf: 180)”.

 

B.       Memahami Kebesaran Allah Swt. Melalui Asmaul Husna dan Bukti Kebenarannya

1. AL’AZIIZ: 

Al-Aziz adalah nama Allah yang menunjuk pada pengertian kekuatan, hegemoni, ketinggian, dan mengendalikan. Al’Aziz juga merupakan  nama Allah yang menunjukkan keperkasaan Allah SWT. KeperkasaanNya tidaklah mampu diukur oleh manusia ataupun makhluk lainnya.Allah berfirman dalam Q.S Yasin ayat 1 s.d 5 yang menunjukkan bahwa diriNya yang memiliki Keperkasaan dan kasih sayang. Yaitu:


Yang artinya: “Wahai Yasiin (Muhammad), Demi alQur’an yang penuh hikmah, sesungguhnya engkau sungguh adalah termasuk para rasul. Yang berada di atas jalan yang lurus.Yang diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa dan Bijaksana”.

Dalam ayat ini, Allah memaklumatkan bahwa diriNyalah yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana, tiada yang bisa mengungguli  keperkasaan Allah SWT. Misalnya dalam menggerakkan matahari di atas kita, Allah Maha Perkasa untuk menjaganya sampai nanti hari Qiyamat.

Komentar

  1. Nama:Siti Amira Syifa M
    aulida
    Kelas:9a

    BalasHapus
  2. Nama: Nazmu azira purnama
    Kelas: 9a

    BalasHapus
  3. Nama:ina handayani saadah
    Kelas:7b

    BalasHapus
  4. Nama:Neng sarah aulia putri
    Kelas:9a

    BalasHapus
  5. Nama : Sahira Nanda Kamal
    Kelas : IX B

    BalasHapus
  6. Nama : Rahima Desliana Nurbagus
    Kelas :7b

    BalasHapus
  7. Nama:Syakira putri puspita
    Kls:7a

    BalasHapus
  8. Nama: Arti Bintang Lestari
    Kelas :9A

    BalasHapus
  9. Nama : Sabrina Supriadi
    Kelas : 8A

    BalasHapus
  10. Nama:siti tsalits d.s
    Kelas:7B

    BalasHapus
  11. Nama: Anisa Aulia Salsabila
    Kelas:9A

    BalasHapus
  12. Nama: Arti Bintang Lestari
    Kelas : 9A

    BalasHapus
  13. Nama:fatma zahra khaerussni
    Kelas:9b

    BalasHapus
  14. Nama: Nenden Sri rizkia
    Kelas : 7b

    BalasHapus

Posting Komentar